LOGO kediri
Beranda > Berita > Rakor Kecamatan Kediri "Untuk Data Yang Valid Dan Semangat Dapur Asuh"
Berita Utama

Rakor Kecamatan Kediri "Untuk Data yang Valid dan Semangat Dapur Asuh"

Posting oleh kedirilobar - 17 Nov. 2022 - Dilihat 204 kali

Kediri_Lombok Barat, Kamis, 17 November 2022 di Ruang Kerja Camat Kediri dilakukan Rapat koordinasi sebagai tindak lanjut pertemuan Evaluasi dan Koordinasi TPPS tingkat Kabupaten Lombok Barat. Hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut: Kepala UPT P2KB Kediri, Kapus Kediri, Kapus Banyumulek, Para Kepala Desa, dan Camat Kediri. Konsen pada arahan Bapak Bupati yang berharap agar Kabupaten Lombok Barat bisa memberi nilai plus dalam capaian penanganan stunting. "Kita harus bisa menuntaskan Stunting dan berada satu digit dibawah rata-rata Nasional" ungkap Fauzan Khalid, dalam pertemuan evaluasi dan koordinasi belum lama ini.

Upaya penurunan angka stunting diupayakan mulai dari proses pemetaan/pendataan.  Pemetaan data terkait pencegahan berupa data keluarga yang berpotensi stunting sampai data penanganan yang stunting. Keluarga potensi stunting diklasifikasikan dari potensi tinggi sampai potensi rendah. "Data keluarga stunting kami akan petakan dan ketegorikan menjadi tiga bagian yaitu potensi tinggi, sedang dan ringan" ungkap Irfan Eko Widiyanto Kepala UPT P2KB Kecamatan Kediri.

Desa yang berharap mendapat data dari dua instansi yaitu Dikes/PKM dan P2KB Dengan maksud ingin mengetahui dengan pasti sasaran yang akan diberikan penanganan. Disinyalir banyak penanganan yang salah arah, seperti banyak keluarga yang tergolong sangat mampu tapi mendapatkan PKH. Artinya dengan data yang valid, penanganan pun tidak salah arah seperti pada kasus bantuan lainnya. Dalam rapat ini data tersebut tersaji dengan baik. "Di Desa Banyumulek banyak keluarga yang tergolong kaya tapi mendapat PKH" Ungkap H. Jamiludin Kades Banyumulek.

Salah sasaran tidak saja terjadi di desa Banyumulek melainkan di desa desa lainnya juga. Belum ada kesadaran dari warga yang tergolong kaya, untuk berbagi PKH yang di dapat ke keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan. Jika data sasaran stunting ada maka kami bisa dipermudah untuk melakukan penanganan terkait arah bantuan, baik PKH ataupun BLT, Ungkap Mukarram Kades Rumak.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Rumak mempertanyakan bagaimana cara mengalihkan data bantuan PKH untuk keluarga yang benar benar membutuhkan. "Bagaimana cara kami merubah data KPM , agar bantuan benar-benar tepat sasaran".

Kesiapan PKM di wilayah Kecamatan Kediri bisa dikatakan sudah baik, dimana data terkait stunting sudah tersedia di dua PKM tersebut. Kapus Kediri memaparkan data terkait Bumil KEK  berjumlah 39 (Tiga Puluh Sembilan) orang yang tersebar di enam desa binaan (Desa Kediri Induk, Kediri Selatan, Montong Are, Jagaraga Indah, Gelogor, dan Ombe Baru). Data Bumil KEK ini akan mendapat suport makanan bergizi yang di olah oleh kader-kader menjadi makanan siap saji. Bantuan tersebut dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, dengan jumlah Rp. 21.500,_ sebelum dipotong pajak. " Kita memiliki angka stunting untuk binaan PKM Kediri di angka 9,85%" ungkap H. Sahruji Kapus Kediri.

Kondisi angka stunting di kecamatan Kediri sudah mulai menunjukkan trend positif. Angka 9,85% merupakan capaian yang sangat baik, jauh dibawah angka rata-rata Nasional. Pun demikian masih perlu penanganan khusus untuk desa-desa yang menjadi binaan PKM Banyumulek. Kapus Banyumulek dalam penjelasannya memaparkan jumlah orang yang tercatat stunting berjumlah 181 orang atau 21%. Angka ini menjadi fokus dalam penanganan sehingga di periode evaluasi berikutnya dapat turun sesuai harapan. Program untuk bantuan Bumil KEK akan menyasar 41 orang yang tersebar di empat desa (Rumak, Lelede, Dasan Baru dan Banyumulek).

Ditemui di tempat terpisah di ruang kerja Kepala  UPT P2KB Kediri, Kepala DP2KBP3A Ramdhan Hariyanto menyambut baik dan memberikan apresiasi terkait langkah cepat tindak lanjut dari hasil rapat di aula Bupati 'kegiatan evaluasi dan koordinasi TPPS tingkat Kabupaten. " Mantap pak camat, gerak cepat untuk tindak lanjut hasil rapat TPPS kabupaten, karna kalau tidak begitu khawatir kecamatan lupa dengan pesan bapak Bupati" ungkapnya.

Merujuk dari panduan dan strategi penanganan stunting maka akan disusun rencana kerja integratif. Kepala Puskesmas, Kepala UPT P2KB, Desa dan Kecamatan serta berbagai pihak akan berupaya untuk bersinergi dalam mewujudkan penurunan angka stunting dalam bentuk Aksi Kolaborasi. Aksi Berkolaborasi ini sesuai dengan arahan Bapak Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid. "Strategi penurunan angka stunting dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Kolaborasi dan melakukan Intervensi" ungkapnya.

Intervensi pada waktu yang tepat dan kepada orang yang tepat, adalah hal yang perlu dipikirkan bersama. Wacana subsidi antara keluarga ekonomi mampu ke warga yang kurang mampu juga masuk dalam pembahasan intervensi. Saat ini yang diperlukan adalah data orang kaya atau keluarga ekonomi mampu sebagai donatur dalam pola asuh. Setiap keluarga ekonomi mampu akan menjadi bapak asuh bagi keluarga yang berpotensi stunting atau bagi anak stunting. Bantuan berupa bahan makanan akan diberikan ke kader yang sudah dilatih untuk selanjutnya diolah menjadi makanan siap saji. "Dapur Asuh stunting akan di uji coba di Desa Banyumulek sebagai wujud nyata intervensi dalam penanganan stunting di wilayah yang masih memiliki angka cukup tinggi " tutup Camat Kediri.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *